Hidup di dunia ini hanyalah sebentar saja, tapi bisa berdampak selamanya. Maka berbijaklah dalam mengatur waktu.
Bayangkan jika waktu 24 jam yang kita punya dibagi menjadi 2 bagian yang adil.
50 persen, yaitu waktu 12 jam, kita fokuskan hanya untuk mengejar ridhanya Allah. Di isi dengan aktivitas ibadah, atau menuntut ilmu, memperbaiki hati kita, dan amal amal kebaikan lainnya.
Dan 50 persen lainnya, yaitu waktu 12 jam, kita gunakan hanya untuk urusan duniawi. Bekerja, berkarya, dan menafkahi keluarga, dan juga melakukan hal-hal yang membuat hidup kita menjadi sangat layak dan bahagia.
Inilah keseimbangannya yang diajarin para ulama.
Sebagaimana dawuh Abu Dzar al-Ghifari berakat:
اجعل الدنيا مجلسين: مجلساً في طلب الحلال، ومجلساً في طلب الآخرة، الثالث يضرك ولاينفعك لا ترده
“Jadikanlah dunia ity 2 majelis: 1 majelis untuk mencari hal yang halal, dan satu majelis hanya untuk mencari hal akhirat. Adapun yang ke 3, dia akan membahayakan dirimu dan juga tidak memberi manfaat, maka jangan kamu tempuh.” (Kitab Hilyatul 'Auliya)
Jangan biarkanlah waktu ini habis untuk hal hal
yang gak mendekatkan diri kepada Allah, juga tidak memberi kebaikan yang nyata di dalam kehidupan.
Hidup itu bukan tentang sibuknya kerjaan kita, tapi ke mana arah jiwa kesibukan itu membawanya.
Komentar
Posting Komentar